Sabtu, 24 November 2012

10 Objek Wisata di Kabupaten Buleleng Singaraja

Kabupaten Buleleng, Singaraja, Bali memiliki potensi wisata yang tinggi. Namun sayang, kawasan itu masih belum terlalu tergarap dan tereksplorasi. Buleleng terletak di pesisir pantai utara Bali. Dari Denpasar, Buleleng dapat dijangkau dengan kendaraan darat, waktu tempuhnya sekitar tiga jam. Meski tersedia angkutan umum, wisatawan direkomendasikan menggunakan kendaraan pribadi (sewa). Tarif sewa mobil antara Rp 250 ribu hingga Rp 450 ribu. Selain lebih nyaman, membawa kendaraan sendiri juga akan memudahkan para traveller untuk berpindah lokasi wisata. Apalagi kini belum ada transportasi umum yang menjangkau setiap lokasi.
10 Daftar Objek Wisata di Kabupaten Buleleng Singaraja
Objek Wisata Buleleng:
Pantai Lovina:
Pantai ini berbeda dengan kebanyakan pantai di Bali. Pasirnya kehitam-hitaman dengan ombak tenang. Cocok untuk menyelam atau snorkeling. Paling menarik dari pantai ini adalah pengunjung dapat melihat lumba-lumba di habitat aslinya. Pengunjung dapat menyewa perahu untuk berlayar ke sekitar satu kilometer lepas pantai. Setiap pagi, sekitar pukul 05.00 WITA, ratusan lumba-lumba berkumpul, menyelam dan melompat ke udara. Sungguh pemandangan langka.
Pulau Menjangan:
Pulau tak berpenghuni ini terletak di sekitar 76 kilometer di sebelah barat kota Singaraja. Dapat dijangkau dalam 30 menit dengan perahu boat dari Labuhan Lalang. Sesuai namanya, pulau seluas 175 hektare ini dulunya dihuni oleh menjangan. Namun kini populasinya kian sedikit, paling hanya tinggal puluhan ekor saja. Pulau Menjangan adalah salah satu spot menyelam terlengkap di Bali. Penyelam bisa menemukan berbagai jenis ikan yang tidak biasa alias hanya bisa ditemukan di sejumlah wilayah di dunia.
Kebun Anggur:
Kabupaten Buleleng terkenal dengan agrowisata kebun anggur yang bisa ditemui di kawasan Banjar-Seririt. Salah satunya yang paling tersohor, Kebun Anggur Indico. Selain memetik dan membeli buah anggur segar, pengunjung juga bisa mencicipi wine lokal. Konon, Indico penghasil wine yang nikmat. Anda tidak dikenai biaya untuk melihat kebun, masuk ke pabrik dan melihat proses pembuatan wine. Namun jika ingin mencicipi atau membawa pulang, wajib membayar dong.
Nugraha Lovina Bay Resort Hotel:
Hotel bintang tiga ini terletak di Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Singaraja. Tepat di pinggir Pantai Lovina. Ada kolam renang besar dan tempat relaksasi nyaman untuk pengunjung. Hanya perlu lima menit naik perahu boat untuk melihat terumbu karang. Tarif menginap lumayan mahal yakni sekitar Rp 500 ribuan per malam. Kekurangan hotel ini adalah lokasinya yang dekat dengan jalan utama sehingga cukup bising.

Sunari Villas & Spa Resort:
Hotel ini juga berada di kawasan Pantai Lovina. Cocok untuk mencari suasana tenang meski hanya berjemur di kolam renang. Para pengunjung menyukai pelayanan para staf hotel yang ramah. Taman hotel pun tertata dengan cantik. Namun makan pagi di hotel ini disebut kurang bervariasi alias itu-itu saja. Meski begitu harga makanan di hotel ini relatif murah dan rasanya enak. Tarif menginap di hotel ini mulai Rp 500 ribuan, jika anda memesan melalui situs booking hotel di internet.
Bagus Homestay Pemuteran:
Jika ingin menginap di rumah yang bagus nan murah, Anda bisa mencari tempat ini. Letaknya di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Singaraja. Tarifnya mulai Rp 200 ribuan. Hotel kecil, tetapi pelayanannya bagus. Stafnya ramah dan siap membantu. Kamarnya juga bersih, nyaman ditinggali bahkan saat Anda membawa sang buah hati. Ada kolam renang kecil. Karena lokasinya yang rada ‘terpencil’, tempat ini cocok jadi penginapan untuk beristirahat atau menyepi.
Warung Makan Tut Peny:
Makanan paling terkenal di warung makan ini belayag dan nasi campur Bali. Semacam ketupat yang bentuknya seperti tanduk (terompet). Disajikan bersama lauk ayam suwir, kacang mentik goreng, disiram
kuah gurih berasa kaldu ayam. Santan encer dan bumbu dicampur parutan kelapa bikin makin gurih. Cocok jadi tempat sarapan sebelum berwisata. Warung makan ini dapat ditemui di Jalan Polo Natuna 1 Panarukan, Singaraja.
Warung Bambu Pemaron:
Tempat makan yang satu ini bisa ditemukan di kawasan Pemaron, Buleleng, Singaraja. Pemiliknya yang asal Jerman menggunakan cara Balinese rijsttafel. Aslinya, rijsttafel adalah cara penyajian masakan Jawa dan Sumatera. Namun di warung ini, penyajian akan dikombinasikan dengan tradisi Bali. Sajian ini merupakan bentuk lain dari megibung yang lebih tradisional. Paling diminati ikan sere, ayam ketumbar, sambal bongkot, telur tingkih, kare pusuh, sate lilit ikan, dan uraban.
Warung Rujak Bi Bonjol:
Ingin yang pedas? Silakan datang ke Warung Rujak Bi Bonjo di Jalan Surapati, Kampung Tinggi, Singaraja. Warungnya sederhana, tapi hidangannya spesial. Warung ini selalu dipenuhi pengunjung. Untuk mencicipi rujak banji yang nikmat, pengunjung rela mengantre. Favorit lainnya tipat santok, semacam ketupat dengan taoge, tahu, dan sambal kacang. Gurih, nikmat, dan tentu saja, pedas! (KEN /YOG)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts