Tampilkan postingan dengan label Wisata Yogyakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Yogyakarta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 November 2012

Pantai Siung

Pantai Siung

Kecamatan Tepus Kabupaten Gunungkidul, Jogjakarta
Pantai Siung terletak di sebelah selatan kecamatan Tepus kabupaten Gunungkidul, Jogjakarta. Pantai ini letaknya cukup terpencil dan jalanan yang harus dilalui cukup menantang. Namun, semuanya itu akan terbayarkan begitu sampai di pantai ini.

Salah satu ciri khas dari pantai ini adalah batu karang yang cukup besar yang menjadi pembatas antara pantai ini dengan pantai yang lainnya.  Karena batu karang yang cukup besar inilah, sehingga pantai ini cukup diminati para pecinta panjat tebing. Ada banyak jalur panjat tebing yang bisa dilalui di karang-karang ini.

Senin, 19 November 2012

CANDI BOROBUDUR

      Keagungan  Candi Borobudur sempat hilang tertimbun tanah selama berabad-abad akibat erupsi Gunung Merapi. Gundukan tanah telah ditumbuhi semak belukar sehingga menyerupai bukit yang tidak terurus.  Banyak misteri yang menyelimuti alasan kenapa setelah erupsi Candi Borobudur ditelantarkan oleh banyak orang. Periode 928 sampai dengan 1006, Raja Mpu Sindok hijrah ke kawasan Jawa Timur setelah serangkaian bencana alam vulkanik. Tahun 1976 sejarawan Seokmono membuat kesimpulan popular bahwa candi ini mulai benar-benad ditinggalkan sejak penduduk sekitar beralih keyakinan agama Islam pada abad ke-15
        Candi Borobudur terletak di kawasan desa Borobudur, kecamatan Borobudur, kota Magelang. Pada area lahan candi Borobudur terdapat sejumlah objek menarik untuk dikunjungi seperti atraksi binatang dan Museum, seperti Museum Karmawibangga dan Museum Samuderaraksa. Sebagai tujuan wisata kelas dunia, komplek Candi Borobudur menyediakan fasilitas yang cukup lengkap, seperti parkir bis, hotel, restoran, toko Souvenir, mushola, toilet, pusat informasi & telekomunikasi. 


CANDI PRAMBANAN

   Candi Prambanan atau dikenal juga dengan nama Candi Rara Jonggrang adalah candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Lokasi candi ini berada di desa Prambanan, pulau Jawa, sekitar 20 km sebelah timur Yogyakarta, 40 km sebelah barat Surakarta dan 120 km sebelah selatan Semarang.Nama Prambanan, berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri, diduga merupakan perubahan nama dialek bahasa Jawa dari ‘Para Brahman’, yang mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para brahmana.       Dalam legenda dikisahkan, candi Prambanan dibangun oleh Bandung Bondowoso untuk memenuhi persyaratan dari Rara Jonggrang. Awalnya, Bandung Bondowoso yang jatuh hati pada kecantikan Rara Jonggrang hendak melamar putri raja itu. Rara Jonggrang yang tak mencintai Bandung Bondowoso tak berani menolak lamaran itu secara langsung. Makanya ia mengajukan syarat yang sulit pada Bandung Bondowoso, yaitu membangun candi dengan seribu arca. Dengan kesaktiannya, Bandung Bondowoso hampir dapat memenuhi persyaratan itu. Namun pada arca yang ke 999, Rara Jongrang meminta bantuan warga untuk menumbuk padi dan membuat api besar sehingga ayam pun berkokok karena mengira pagi telah datang. Bandung Bondowoso yang murka karena merasa dicurangi kemudian mengutuk Rara Jonggrang menjadi arca yang ke 1000. 
       Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Garuda untuk Wisnu, Angsa untuk Brahma dan Nandini untuk Siwa.
  

Pantai Parangtritis

Pantai Parangtritis
Parangtritis, Bantul, Jogjakarta
Pantai Parangtritis merupakan salah satu pantai yang terkenal di Jogjakarta. Pantai yang penuh dengan mitos ini terletak kurang lebih 30 km dari pusat kota Jogjakarta ke arah Selatan. Pantai Parangtritis diyakini merupakan perwujudan dari kesatuan trimurti yang terdiri dari Gunung Merapi, Kraton Jogja dan Pantai Parangtritis ini sendiri.

Anda bisa menikmati indahnya pemandangan di pantai ini dengan berjalan kaki di tepian pantai atau dengan menyewa bendi dan kuda yang dapat anda tunggangi.

Setiap tanggal 5 bulan 5 penanggalan Cina, anda bisa menyaksikan prosesi Peh Cun di Parangtritis. Perayaan Peh Cun di Parangtritis ini terbilang unik, karena selain ada atraksi perahu naga, juga atraksi telur berdiri.

tips:
Anda disarankan untuk tidak mandi atau berenang di pantai ini karena sangat berbahaya.

Pantai Parangtritis

Pantai Parangtritis

Parangtritis, Bantul, Jogjakarta
Pantai Parangtritis merupakan salah satu pantai yang terkenal di Jogjakarta. Pantai yang penuh dengan mitos ini terletak kurang lebih 30 km dari pusat kota Jogjakarta ke arah Selatan. Pantai Parangtritis diyakini merupakan perwujudan dari kesatuan trimurti yang terdiri dari Gunung Merapi, Kraton Jogja dan Pantai Parangtritis ini sendiri.

Anda bisa menikmati indahnya pemandangan di pantai ini dengan berjalan kaki di tepian pantai atau dengan menyewa bendi dan kuda yang dapat anda tunggangi.

Setiap tanggal 5 bulan 5 penanggalan Cina, anda bisa menyaksikan prosesi Peh Cun di Parangtritis. Perayaan Peh Cun di Parangtritis ini terbilang unik, karena selain ada atraksi perahu naga, juga atraksi telur berdiri.

tips:
Anda disarankan untuk tidak mandi atau berenang di pantai ini karena sangat berbahaya.

Minggu, 18 November 2012

Candi Borobudur

Candi Borobudur
Wisatanesia.com-Candi Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Dalam etnis Tionghoa, candi ini disebut juga 婆羅浮屠 (Hanyu Pinyin: pó luó fú tú)

Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya "gunung" (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan "para Buddha" yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata "bara" dan "beduhur". Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah "tinggi", atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti "di atas". Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.
Candi Borobudur
Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja mataram dinasti Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad. Dalam prasasti Karangtengah pula disebutkan mengenai penganugerahan tanah sima (tanah bebas pajak) oleh Çrī Kahulunan (Pramudawardhani) untuk memelihara Kamūlān yang disebut Bhūmisambhāra. Istilah Kamūlān sendiri berasal dari kata mula yang berarti tempat asal muasal, bangunan suci untuk memuliakan leluhur, kemungkinan leluhur dari wangsa Sailendra. Casparis memperkirakan bahwa Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa sansekerta yang berarti "Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa", adalah nama asli Borobudur.
Struktur Borobudur

Candi Borobudur berbentuk punden berundak, yang terdiri dari enam tingkat berbentuk bujur sangkar, tiga tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua tingkat-tingkatannya beberapa stupa.
Borobudur yang bertingkat sepuluh menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana. bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.

Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Pada bagian yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 120 panel cerita Kammawibhangga. Sebagian kecil struktur tambahan itu disisihkan sehingga orang masih dapat melihat relief pada bagian ini.

Empat lantai dengan dinding berelief di atasnya oleh para ahli dinamakan Rupadhatu. Lantainya berbentuk persegi. Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas. Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk-ceruk dinding di atas ballustrade atau selasar.

Mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud). Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar.

Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi. Stupa digambarkan polos tanpa lubang-lubang. Di dalam stupa terbesar ini pernah ditemukan patung Buddha yang tidak sempurna atau disebut juga unfinished Buddha, yang disalahsangkakan sebagai patung Adibuddha, padahal melalui penelitian lebih lanjut tidak pernah ada patung pada stupa utama, patung yang tidak selesai itu merupakan kesalahan pemahatnya pada zaman dahulu. menurut kepercayaan patung yang salah dalam proses pembuatannya memang tidak boleh dirusak. Penggalian arkeologi yang dilakukan di halaman candi ini menemukan banyak patung seperti ini.

Di masa lalu, beberapa patung Buddha bersama dengan 30 batu dengan relief, dua patung singa, beberapa batu berbentuk kala, tangga dan gerbang dikirimkan kepada Raja Thailand, Chulalongkorn yang mengunjungi Hindia Belanda (kini Indonesia) pada tahun 1896 sebagai hadiah dari pemerintah Hindia Belanda ketika itu.

Borobudur tidak memiliki ruang-ruang pemujaan seperti candi-candi lain. Yang ada ialah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit. Lorong-lorong dibatasi dinding mengelilingi candi tingkat demi tingkat. Di lorong-lorong inilah umat Buddha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi candi ke arah kanan. Bentuk bangunan tanpa ruangan dan struktur bertingkat-tingkat ini diduga merupakan perkembangan dari bentuk punden berundak, yang merupakan bentuk arsitektur asli dari masa prasejarah Indonesia.
Candi BorobudurStruktur Candi Borobudur tidak memakai semen sama sekali, melainkan sistem interlock yaitu seperti balok-balok Lego yang bisa menempel tanpa lem.

Di setiap tingkatan dipahat relief-relief pada dinding candi. Relief-relief ini dibaca sesuai arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuna yang berasal dari bahasa Sansekerta daksina yang artinya ialah timur. Relief-relief ini bermacam-macam isi ceritanya, antara lain relief-relief cerita jātaka.

Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai, dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya, mulainya di sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbang itu. Maka secara nyata bahwa sebelah timur adalah tangga naik yang sesungguhnya (utama) dan menuju puncak candi, artinya bahwa candi menghadap ke timur meskipun sisi-sisi lainnya serupa benar.

Secara runtutan, maka cerita pada relief candi secara singkat bermakna sebagai berikut :

Sesuai dengan makna simbolis pada kaki candi, relief yang menghiasi dinding batur yang terselubung tersebut menggambarkan hukum karma. Deretan relief tersebut bukan merupakan cerita seri (serial), tetapi pada setiap pigura menggambarkan suatu cerita yang mempunyai korelasi sebab akibat. Relief tersebut tidak saja memberi gambaran terhadap perbuatan tercela manusia disertai dengan hukuman yang akan diperolehnya, tetapi juga perbuatan baik manusia dan pahala. Secara keseluruhan merupakan penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir - hidup - mati (samsara) yang tidak pernah berakhir, dan oleh agama Buddha rantai tersebutlah yang akan diakhiri untuk menuju kesempurnaan.

Merupakan penggambaran riwayat Sang Buddha dalam deretan relief-relief (tetapi bukan merupakan riwayat yang lengkap ) yang dimulai dari turunnya Sang Buddha dari sorga Tusita, dan berakhir dengan wejangan pertama di Taman Rusa dekat kota Banaras. Relief ini berderet dari tangga pada sisi sebelah selatan, setelah melampui deretan relief sebanyak 27 pigura yang dimulai dari tangga sisi timur. Ke-27 pigura tersebut menggambarkan kesibukan, baik di sorga maupun di dunia, sebagai persiapan untuk menyambut hadirnya penjelmaan terakhir Sang Bodhisattwa selaku calon Buddha. Relief tersebut menggambarkan lahirnya Sang Buddha di arcapada ini sebagai Pangeran Siddhartha, putra Raja Suddhodana dan Permaisuri Maya dari Negeri Kapilawastu. Relief tersebut berjumlah 120 pigura, yang berakhir dengan wejangan pertama, yang secara simbolis dinyatakan sebagai Pemutaran Roda Dharma, ajaran Sang Buddha di sebut dharma yang juga berarti "hukum", sedangkan dharma dilambangkan sebagai roda.

Jataka adalah cerita tentang Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta. Isinya merupakan pokok penonjolan perbuatan baik, yang membedakan Sang Bodhisattwa dari makhluk lain manapun juga. Sesungguhnya, pengumpulan jasa/perbuatan baik merupakan tahapan persiapan dalam usaha menuju ketingkat ke-Buddha-an.

Sedangkan Awadana, pada dasarnya hampir sama dengan Jataka akan tetapi pelakunya bukan Sang Bodhisattwa, melainkan orang lain dan ceritanya dihimpun dalam kitab Diwyawadana yang berarti perbuatan mulia kedewaan, dan kitab Awadanasataka atau seratus cerita Awadana. Pada relief candi Borobudur jataka dan awadana, diperlakukan sama, artinya keduanya terdapat dalam deretan yang sama tanpa dibedakan. Himpunan yang paling terkenal dari kehidupan Sang Bodhisattwa adalah Jatakamala atau untaian cerita Jataka, karya penyair Aryasura dan jang hidup dalam abad ke-4 Masehi.

Merupakan deretan relief menghiasi dinding lorong ke-2,adalah cerita Sudhana yang berkelana tanpa mengenal lelah dalam usahanya mencari Pengetahuan Tertinggi tentang Kebenaran Sejati oleh Sudhana. Penggambarannya dalam 460 pigura didasarkan pada kitab suci Buddha Mahayana yang berjudul Gandawyuha, dan untuk bagian penutupnya berdasarkan cerita kitab lainnya yaitu Bhadracari

Pantai Kukup Yogyakarta

Objek Tempat Wisata Yogyakarta
Kota Jogjakarta mungkin sudah sangat tidak asing bagi kita.  Kota ini dikenal sebagai kota pelajar sekaligus kota tujuan wisata.  Setelah sempat terpuruk akibat gempa besar pada tahun 2006, wisata Jogjakarta mulai bergairah kembali. Kini, wisatawan baik lokal maupun asing mulai kembali menjadikan Jogjakarta sebagai tujuan wisata.  Selama ini, daerah tujuan wisata utama di Jogja yang dikenal adalah Kraton, Malioboro dan Pantai Parangtritis.  Namun tahukan Anda, Pantai selatan Jogjakarta selain Parangtritis juga menyimpan keindahan yang tidak kalah dengan Pantai Parangtritis. Salah satu Pantai yang  menjadi favorit saya adalah Pantai Kukup.  Pantai ini terletak di Selatan Jogjakarta dan dapat ditempuh dengan kendaraan darat dalam waktu 1,5 jam.  Jalur yang harus ditempuh adalah Jogjakarta—Wonosari—Pantai Baron—Pantai Kukup.
Jika kita datang pada pagi atau siang hari, air laut sedikit surut, sehingga kita dapat turun ke daerah laut yang dangkal dan dapat mencari dan menangkap ikan hias atau hanya sekedar berendam.  Di Pantai Kukup juga terdapat sebuah gardu pandang yang terletak di sebuah batu karang yang menyerupai sebuah pulau.  Dari gardu pandang ini, kita dapat menikmati pemandangan seputar Pantai Kukup berupa garis pantai dengan tebing curam.  Seperti kita ketahui, karakteristik Pantai Selatan Pulau Jawa adalah pantai dengan tebing curam dan ombak yang cukup besar.
Di sore hari, keindahan Pantai Kukup semakin terlihat.  Namun kita harus lebih berhati–hati karena air laut mulai pasang dan ombak semakin besar.  Sunset juga akan menjadi momen yang sangat indah di pantai ini, terutama ketika matahari berada di sebelah selatan dunia (sekitar bulan Oktober–April).  Pemancing pun mulai berdatangan untuk mengadu nasib untuk mendapatkan ikan.  Terkadang para pemancing ini tidak terlalu mengindahkan keselamatan diri dengan berjalan menuju bibir pantai menantang ombak.

Wisata Seni dan Budaya

Bagi Anda yang ingin mengenal lebih dalam dengan budaya Jogja maka Anda dapat menyaksikan pertunjukan seni dan budaya yang rutin diselenggarakan di beberapa tempat wisata di Jogja.
wisata budaya yogya
wisata budaya
Pertunjukan seni dan budaya tersebut, antara lain: Sendratari Ramayana Ballet yang diadakan di Purawisata dan Pelataran Candi Prambanan, Pertunjukan wayang kulit di Museum Sonobudoyo,pagelaran wayang orang di Kraton Yogyakarta, pagelaran ketoprak di Auditorium RRI, Jazz Mben Senen di Bentara Budaya Yogyakarta, pagelaran wayang golek di Kraton Yogyakarta, pagelaran gamelan dan sendratari klasik di Kraton Yogyakarta.
3. Wisata Sejarah
wisata sejarah jogja
wisata sejarah
Jika Anda ingin mengetahui sejarah Yogyakarta maka tempat wisata berikut ini dapat Anda kunjungi: Kraton Yogyakarta, Kotagede, Taman Sari, Monumen Jogja Kembali, Tugu Jogja, Benteng Vredeburg, Monumen Serangan Umum 1 Maret, dan Istana Kepresidenan.
4. Wisata Ziarah
Bagi Anda yang berniat wisata ziarah dapat mengunjungi: Sendong Sono, Sendang Sriningsih,  Masjid Kotagede, Gua Maria Tritis, Gereja Ganjuran, Desa Mlangi, dan Makam Raja-Raja di Imogiri.
wisata alam yogya
wisata alam
5. Wisata Alam
Jogja menawarkan wisata alam yang cukup lengkap mulai pantai, gua sampai gunung. Tempat wisata pantai di Jogja antara lain: Pantai Parang Tritis, Pantai Depok,  Pantai Baron, Pantai Krakal, Pantai Kukup, Pantai Sepanjang, Pantai Sundak, Pantai Indrayanti, Pantai Kwaru, Pantai Siung, Pantai Parangkusumo, Pantai Glagah, dll. Tempat wisata alam dengan nuansa pegunungan di Jogja antara lain: Kaliurang, Kaliadem, Bebeng, Gunung Nglanggeran, Air Terjun Sri Gethuk, Wanagama, dll. Wisata gua di Jogja berpusat di Kabupaten Gunung Kidul. Kita dapat menjumpai banyak sekali gua di Gunung Kidul.
wisata kuliner yogya
wisata kuliner
6. Wisata Kuliner
Jogjakarta terkenal dengan aneka macam kuliner dengan harga yang terjagkau. Aneka kuliner yang dapat Anda coba antara lain: angkringan, gudeg jogja, lotek teteg, oseng-oseng mercon, seafood di pantai depok, bakpia pathuk, dll.
7. Wisata Belanja
Jika Anda jalan-jalan ke Jogja, jangan lupa membeli oleh-oleh dan aneka souvenir dari kota pelajar ini.
wisata belanja yogya
wisata belanja
Tempat belanja yang terkenal de Jogja, antara lain: Jalan Malioboro, pusat kerajinan perak Kotagede, Pasar Beringharjo, Pasar Seni Gabusan di Bantul, pusat kerajinan tanah liat di Kasongan, serta pusat kerajinan kulit di Manding Bantul.
Enjoy Jogja!

Wisata Yogyakarta

ne adalah candi borobudur.walopun uda gak masuk dalam ke ajaiban dunia tapi ne tetep jadi wasita terpopuler didunia lho,..
ne candi prambanan. yaa hampir2 miriplah ma candi prambanan wlopun lebih gede candi borobudur tapi gak kalah bagus ko’,apalagi kalo dah malem baeuuuhhh uaaapik poolll
ne pantai parangtritis.ne pantai emang ada nyi roro kidul coyy
yang ini gambar keraton coy,,
ne tempat buat raja maen PS jaman dulu,.heheee
ne salah satu kawasan didaerah keraton tapi yg ne buat para raja mandi abis ngPS

Popular Posts