Tampilkan postingan dengan label Wisata Kabupaten Pacitan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Kabupaten Pacitan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Desember 2012

BANYU ANGET

banyu anget

Sumber air panas Tirto Husodo merupakan daya tarik tersendiri yang dimiliki oleh Pacitan. Lebih populer dengan nama Banyu Anget, hot spring ini berbeda dengan sumber air panas lainnya, yaitu tidak adanya bau menyengat belerang yang khas.


SUMBER AIR PANAS TIRTO HUSODO - Menikmati Hot Spring Zonder Bau Belerang

Anda sudah pernah mengunjungi sumber air panas atau yang juga populer dengan sebutan hot spring? Nah, Anda tentu tidak asing dengan bau menyengat belerangnya yang khas. Sumber air panas memang identik dengan bau ini. Namun berbeda dengan Sumber Air Panas Tirto Husodo di Pacitan. Sama sekali tidak tercium bau belerang yang bisa mengganggu kenyamanan berendam menikmati airnya yang hangat.
Sumber air panas yang lebih dikenal dengan nama Pemandian Banyu Anget oleh masyarakat sekitar ini terletak sekitar 15 km sebelah utara pusat kota dan relatif mudah dijangkau. Jalanan relatif lebar dan rata sehingga mobil pun akan dengan mudah melewatinya. Meskipun terletak cukup jauh, tempat wisata ini sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang memadai, termasuk tempat parkir yang luas. Dari tempat parkir kita masih harus berjalan mendaki jalan setapak dengan beberapa anak tangga yang diapit pepohonan rindang. Hutan di kaki Gunung Kelir ini masih alami dan terjaga. YogYES bahkan sempat melihat beberapa ekor tupai yang bermain-main dengan asyiknya di atas pohon.
Terdapat 4 buah kolam di pemandian, kolam tempat sumber air panas, 2 kolam renang dewasa, dan kolam renang anak-anak. Ada larangan untuk masuk ataupun menyentuh air di kolam utama karena suhunya cukup panas. Air panas ini disalurkan ke dalam 3 kolam lainnya dan dicampur dengan air dingin agar suhunya sesuai dengan suhu tubuh manusia. Yang menarik, tidak tercium bau belerang sama sekali!
Bau belerang menyengat yang sering muncul di hot spring adalah bau Hidrogen Sulfida yang dihasilkan oleh bakteri anaerob ketika air dipanaskan secara alami di dalam perut bumi. Zat ini kemudian terbawa ke atas permukaan tanah, kecuali dalam beberapa kasus ketika kadar Hidrogen Sulfida yang terbentuk tidak cukup banyak atau ketika zat ini teroksidasi oleh Oxygen sebelum sampai ke permukaan. Pemandian Banyu Anget ini salah satu contohnya. Tidak adanya bau belerang ini tentu saja akan membuat Anda semakin nyaman dalam berendam menikmati hangatnya air yang menenangkan dan bisa melancarkan peredaran darah ini. Benar-benar pas untuk mengakhiri hari setelah sehari penuh surfing atau menyusuri pantai-pantai dan gua di Pacitan.

GUA GONG

Add caption
Gua Gong merupakan salah satu gua paling populer di Pacitan dengan stalaktit dan stalagmit mempesona. Menyusuri gua yang cukup luas ini akan membawa Anda menikmati bentuk-bentuk indah batu kapur hasil tetesan air selama ratusan atau bahkan ribuan tahun.


GUA GONG - Menyusuri Gua dengan Stalaktit dan Stalagmit Mempesona

Apa yang terpikirkan oleh Anda ketika mendengar kata gua? Gelap, becek, dan menakutkan? Well, berarti Anda belum pernah masuk ke Gua Gong. Terletak sekitar 30 km sebelah barat Pacitan, gua ini jauh dari kesan menakutkan. Pemerintah telah membangun sebuah jalan setapak dari semen untuk memudahkan perjalanan Anda. Penduduk lokal berkerumun di mulut gua yang tak seberapa lebar, menawarkan jasa pemandu dan juga senter.
Masuk ke ruangan pertama yang tak seberapa besar, Anda akan disambut dengan banyaknya straw, ornamen-ornamen berbentuk seperti sedotan yang terdapat di langit-langit gua. Mulai dari ruangan ini, gua dibagi menjadi 2 jalur yaitu jalur masuk dan keluar. Melewati sebuah celah sempit, Anda dibawa ke ruangan kedua. Di luar perkiraan, ruangan ini sangat besar dengan ratusan stalaktit dan stalagmit indah. Lampu-lampu telah dipasang di beberapa bagian, memberikan cahaya temaram yang semakin mempercantik gua.
Gua ini dilengkapi dengan tangga dan pegangan besi sehingga Anda tidak perlu repot-repot mencari tempat untuk memijakkan kaki. Berjalan menembus lorong dengan stalaktit stalagmit berdiri kokoh menyangga rongga gua seakan membawa Anda ke dimensi lain yang berbeda. Flowstone-flowstone berbentuk gorden terlihat di beberapa tempat, menghiasi gua dengan dengan bentuknya yang mempesona. Sungguh mengagumkan bila membayangkan berapa ribu tahun yang dibutuhkan untuk membentuk formasi luar biasa ini. Sebuah stalagmit raksasa menjadi batas dengan ruangan ketiga di ujung gua. Ornamen-ornamen kristal berwarna putih berkilauan menghiasi ruang yang dinamakan ruang kristal ini.
Bila ingin menikmati keindahannya dengan lebih leluasa, sebaiknya Anda menghindari datang pada hari Minggu dan hari libur lainnya. Pada hari-hari itu, ratusan orang selalu memadati gua ini. Anda tentu tidak ingin kehilangan kesempatan untuk mengagumi kecantikan ukiran alam ini dengan berdesak-desakan bukan?

GUA TABUHAN

GUA TABUHAN- Stalaktit dan Stalagmit Bertangga Nada

Anda pecinta musik tradisional, khususnya gamelan? Well, berarti Gua Tabuhan harus masuk dalam daftar wajib kunjung Anda. Lho, memang apa hubungannya gua dengan musik gamelan? Sesuai dengan namanya, Tabuhan berasal dari kata “tabuh” atau membunyikan alat musik pukul. Namun simpan dulu rasa penasaran Anda hingga selesai menyusuri gua ini.
Begitu tiba di area gua yang berada kurang lebih 40 km dari Pacitan ini, mulut gua akan langsung menarik perhatian Anda. Lubang selebar 16 m di lereng kawasan karst ini dihiasi dengan puluhan stalaktit batu kapur berwarna putih. Stalaktit-stalaktit ini begitu kokoh, mengingatkan YogYES pada gigi-gigi taring raksasa yang sedang menguap. Rongga gua luas dan lebar, dengan beberapa ceruk gelap di pojok-pojoknya. Meski sebuah jalur setapak bersemen sudah dibangun di dalam gua, namun Anda harus tetap berhati-hati dalam melangkah. Beberapa stalaktit masih meneteskan air dan membuat licin di beberapa bagian.
Gua yang berada di Dusun Tabuhan, Desa Wereng, Kecamatan Punung ini termasuk salah satu situs peninggalan sejarah penting dan disinyalir sebagai salah satu gua hunian kering manusia purba. Hasil penelitian membuktikan bahwa gua ini telah dihuni manusia purba sejak 50 ribu tahun yang lalu. Terdapat jejak bengkel alat batu dari masa 10 ribu tahun yang lalu, temuan moluska, dan bahkan fosil gigi manusia yang masih menempel pada dinding gua. Di bagian kanan terdapat beberapa bekas penggalian arkeologi yang dipagari. Sayangnya hasil-hasil penggalian tidak dipamerkan di sini.
Berjalan ke ujung belakang sebelah kanan gua, Anda akan menemukan jawaban atas hubungan antara gua dengan musik gamelan. Beberapa stalaktit dan stalagmit dengan ajaib bisa menghasilkan suara sesuai tangga nada apabila dipukul. Sekelompok seniman setempat memanfaatkannya untuk menghibur para pengunjung. Bila ingin membuktikannya, Anda cukup membayar Rp 70 ribu dan mereka akan memainkan 6 buah lagu Jawa. Tertarik untuk mencoba?

TELENG RIA

 

TELENG RIA - Belajar Surfing di Teleng Ria

Tertarik untuk belajar surfing? Cobalah datang ke Teleng Ria. Pantai berjarak 3,5 km dari pusat kota ini memiliki dasar dari pasir dan ombak dengan tipe beach break. Di sini terdapat sebuah life guard tower tempat penjaga pantai mengawasi dan memastikan keselamatan para pengunjung. Selain tempat persewaan papan selancar, Anda juga bisa menyewa papan boogie. Boogie boards, atau yang biasa disebut Paipo di Hawaii dan juga dikenal dengan nama bodyboards, adalah papan surfing dengan panjang maksimal 4 kaki. Papan ini dulu biasa digunakan oleh anak-anak sebelum akhirnya mereka mahir berselancar, namun kemudian berkembang menjadi salah satu bentuk selancar profesional. Stand up surfing atau selancar sambil berdiri hanya bisa dilakukan dengan papan berukuran lebih dari 6 kaki (sekitar 1,8 meter).
Ombak di pantai ini tidak terlalu deras, sehingga aman bagi Anda yang hobi berenang. Menuju ke arah barat, Anda akan menemui sebuah pelabuhan kecil tempat para nelayan merapat. Berjalan-jalan di antara perahu-perahu nelayan sambil melihat hasil tangkapan mereka atau mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan akan menjadi pengalaman tersendiri.
Resort ini juga dilengkapi dengan hotel yang terletak hanya sekitar 100 meter dari pinggir pantai. Bagi yang hobi camping, sebuah lapangan terbuka bisa Anda manfaatkan untuk mendirikan tenda. Jajaran warung-warung makan bertebaran, menawarkan aneka makanan tradisional dan es kelapa muda. Menginginkan bersantap dengan suasana romantis? Tepat di sebelah hotel, terdapat restoran sea food dengan pemandangan menghadap ke laut dan pertunjukan live music. Teleng Ria juga menawarkan fasilitas tempat bermain anak dan arena outbond.

PANTAI PANCER

Pantai Pancer terletak di ujung timur Teleng Ria, di pojok sebuah teluk dengan tebing kapur berdiri kokoh di sebelah kirinya. Pantainya bersih dan masih alami. Hanya ada sebuah gardu tempat surfer biasa meletakkan papan surfing ataupun barang bawaannya. Berjalan ke arah timur, terlihat sebuah gundukan kecil dengan pemandangan luar biasa di baliknya. Sebuah sungai dengan air kehijauan yang jernih mengalir, untuk kemudian menyatu dengan laut. Memandang jauh ke utara, air sungai nampak berkilauan di bawah cahaya matahari. Berenang di jernihnya air sungai ini akan menyegarkan Anda yang mungkin lelah setelah seharian menjelajahi pantai ataupun gua.
Ketika senja mulai turun, Anda bisa menyaksikan pemandangan sunset yang spektakuler. Duduk santai di atas pasir yang hangat sambil menikmati kilauan semburat jingga dari ufuk barat dan suara deburan ombak adalah cara yang sempurna untuk mengakhiri hari Anda.
Bagi Anda yang hobi berselancar, Pancer juga siap memanjakan Anda dengan ombak-ombaknya. Ada dua jenis ombak di sini, yaitu ombak bertipe beach break dan river mouth break. Dengan dasar laut berpasir, pantai ini cocok untuk semua surfer, termasuk peselancar pemula maupun yang sedang belajar. Saat sedang surut, peselancar sering mendapatkan barrel. Sementara saat pasang adalah saat yang tepat bagi para pemula untuk bersenang-senang. Bulan Mei sampai Oktober adalah waktu terbaik untuk berselancar di Pancer.
Pancer terletak tidak terlalu jauh dari pusat kota dan bisa dicapai dalam waktu 10 menit dengan sepeda motor. Beberapa homestay dan penginapan bisa ditemukan tidak jauh dari pantai ini. Beberapa dari homestay ini juga menyewakan surfing board, sepeda motor, dan jasa pelatihan bagi yang tertarik untuk belajar surfing.

PANTAI SRAU

Pantai Srau di Pacitan (Jawa Timur, Indonesia) menawarkan 3 surf spots bagi intermediate surfer, pemandangan pantai dengan hamparan pasir putih yang alami dan jauh dari keramaian, snorkeling di air laut yang jernih serta memancing dari atas bukit karang.


 

PANTAI SRAU- Surfing, Snorkeling, Hiking dan Memancing

Tersembunyi di balik deretan perbukitan 25 km sebelah barat kota Pacitan (Jawa Timur, Indonesia), Pantai Srau adalah salah satu surga bagi para surfer. Letaknya yang cukup jauh dari pusat kota membuat pantai indah ini belum terlalu ramai dengan pengunjung. Desa terdekat berjarak beberapa kilometer. Jangan membayangkan hotel-hotel ataupun restoran. Hanya terdapat sebuah mushola dan aula terbuka yang bisa dimanfaatkan untuk beristirahat. Beberapa buah warung kecil menyediakan makanan dan minuman ala kadarnya seperti mie instan, gorengan, es kelapa muda, teh ataupun kopi. Ketika YogYES mengutarakan niat untuk bermalam, seorang penjaga warung menyarankan untuk tidur di mushola karena memang belum adanya fasilitas tempat menginap yang memadai.
Pantai ini memiliki 3 surf spots dengan ombak yang cukup menantang bagi peselancar yang sudah cukup handal. Spot pertama terletak di belakang portal tiket sehingga sering disebut sebagai The Portal. Spot kedua adalah Pancingan, berada di bawah bukit karang sebelah barat pantai yang sering dipakai mangkal oleh para nelayan pemancing ikan. Sementara spot ketiga adalah Pandan, berada di balik bukit karang ini.
Pantai Srau memiliki memiliki tipe ombak reef break, artinya ombak tercipta karena gelombang air laut membentur karang. Dasar pantainya pun didominasi oleh batu karang, sehingga peselancar harus lebih berhati-hati. Bulan November hingga Februari adalah waktu yang terbaik untuk surfing dan mengejar barrel di Pantai Srau.
Selain memanjakan surfer dengan barrel-nya, Srau juga menawarkan pesona keindahan pantai dengan hamparan pasir putih yang dihempas ombak yang jernih. Kejernihan airnya inilah yang juga menjadikan tempat ini cocok untuk snorkeling dan menikmati keindahan serta keragaman biota laut. Bosan berjalan-jalan di bibir pantai? Cobalah naik ke bukit kecil di sebelah kanannya. Hiking di bukit karang ini sambil memandang bentang pantai dan laut yang luar biasa indahnya akan segera menghilangkan rasa bosan Anda. Bukit ini juga adalah surga bagi para pemancing ikan. Selain para nelayan, tidak sedikit orang-orang yang hobi memancing sengaja datang dari luar kota dan menghabiskan harinya di sini.

PANTAI KLAYAR


Klayar adalah pantai eksotik dengan hamparan pasir putih, batu karang mirip Sphinx, karang bolong, seruling laut dan air mancur alami hingga setinggi 10 meter yang menjadikannya pantai dengan pesona alam yang tiada duanya.

PANTAI KLAYAR - Dari Batu Karang Sphinx hingga Seruling Laut
Meskipun belum terkenal, Pantai Klayar adalah sebuah pantai yang sangat indah dan eksotik. Se-eksotik apa sih? Well, walau enggan mengakuinya, menurut YogYES Pantai Klayar ini lebih eksotis daripada Parangtritis, pantai paling terkenal di Jogja.
Klayar terletak kurang lebih 45 km sebelah barat Pacitan dan dapat dicapai dengan sepeda motor ataupun mobil. Perjalanan menuju ke sana adalah sebuah tantangan tersendiri yang akan memacu adrenalin karena jalan yang sempit dan rusak di beberapa bagian, kelokan tajam serta rute naik turun perbukitan. Ada beberapa ruas dengan tanjakan dan turunan cukup ekstrim. Namun demikian, keindahan pemandangan bukit dan lembah hijau akan menemani sepanjang perjalanan.
Pantai ini masih sangat sepi. Jika datang bukan pada hari libur, Anda hanya akan menemukan beberapa nelayan yang sedang memancing. Hamparan pasir putih membentang dengan ombak sejernih kristal memecah di bibir pantai, diapit bukit karang di kanan dan kirinya. Anda bisa naik ke bukit karang di sebelah kanan dan menikmati pemandangan landscape Klayar yang indah dari sebuah gardu pandang.
Puas menikmati Klayar dari atas, berjalan-jalan menyusuri pasirnya yang putih menjadi pilihan yang paling pas. Berjalan ke arah timur, Anda akan bertemu dengan sebuah sungai kecil yang mengalir membelah pantai untuk kemudian menyatu dengan air laut. Menyeberangi sungai ini menjadi sensasi tersendiri yang mengasyikkan. Di beberapa titik kedalamannya mencapai paha orang dewasa. Tidak jauh dari muara ini, sungai lain yang lebih kecil namun tidak kalah cantik mengalir tenang membentuk muara yang kedua. Dasarnya berpasir hitam dengan garis-garis pasir putih yang terbawa dari pantai.
Seruling Laut, Batu Karang Sphinx, dan Karang Bolong
Di ujung timur Anda akan disapa oleh sebuah laguna yang jelita. Diapit 2 gugusan batu karang, laguna ini terlihat indah dengan gulungan ombak jernih yang menghantam dinding karang dan kemudian memecah dan berputar di hamparan pasir putih. Laguna kecil ini memang mempesona dan membuat betah berlama-lama duduk santai memandangnya. Ombak berkali-kali menghempas batu karang dengan kuatnya dan menimbulkan efek air terjun di dindingnya dengan buih-buih putih yang cantik.
Batu-batu karang menjulang tinggi di sebelah timur laguna. Salah satunya kalau diperhatikan mirip dengan bentuk Sphinx. YogYES sempat memotretnya dan menunjukkannya kepada seorang teman yang berasal dari Mesir. Dia pun mengakui kemiripan ini. Menjelajahi area karang di belakangnya, terlihat beberapa lubang kecil berisi air yang nampaknya menjadi rumah bagi kepiting-kepiting kecil. Nun jauh di sebelah kanan, nampak bukit karang dengan terowongan alami di bawahnya.
Jangan kaget ketika di belakang Anda tiba-tiba sebuah air mancur menyembur ke atas. Lagi-lagi sebuah fenomena alam luar biasa. Ada sebuah celah di batu karang ini. Ketika ombak datang dengan cukup deras, sebagian airnya masuk ke bawah batu dan menyembur ke atas seolah sebuah air mancur raksasa yang bisa mencapai ketinggian hingga 10 meter. Air mancur ini juga disertai dengan suara mirip siulan sehingga sering disebut sebagai seruling laut.
Ingin berlama-lama menikmati keeksotisan Klayar? Anda bisa mencoba spot favorit YogYES. Naik ke pinggang batu karang sphinx yang cukup lebar dan duduk di sana sambil menikmati gulungan ombak laguna dengan efek air terjunnya di sebelah kanan, air mancur alami di sebelah kiri, karang bolong nun jauh di sana, dan bentangan laut sejauh mata memandang. Rebahkan tubuh dan tutuplah mata. Dengarkan laut bernyanyi untuk Anda dengan deburan ombaknya, dan Anda pasti langsung jatuh cinta.

PANTAI WATU KARUNG

 
Pantai Watu Karung adalah nirwana. Pesona keindahan pantainya sangat luar biasa dengan pulau-pulau karang, air laut biru kehijauan, pantai bersih dengan pasir putih yang lembut, serta 2 surf spots yang menawarkan barrel serta ombak kelas dunia.


PANTAI WATU KARUNG (WK) - Nirwana dengan Ombak Kelas Dunia

Perjalanan menuju Pantai Watu Karung (WK) tidaklah mudah. Tersembunyi di salah satu titik sepanjang garis pantai selatan Pacitan (Jawa Timur, Indonesia), Pantai Watu Karung bisa dicapai dengan sepeda motor ataupun mobil sewaan melalui jalan berkelok naik turun perbukitan. Satu jam perjalanan terasa tidak ada hentinya, membuat YogYES bertanya-tanya berapa lama lagi kami akan sampai disana. Bahkan setibanya di desa bernama Watu Karung, tetap tidak ada tanda-tanda keberadaan pantai. Dan tiba-tiba muncullah sebuah pelabuhan dengan puluhan perahu kecil di depan kami. Tempat ini juga menjadi tempat pelelangan ikan para nelayan sekitar. Namun perjalanan belum berakhir karena surf spots berada di tempat yang berbeda.
Melewati jalan sempit dengan rumah-rumah penduduk di kanan kirinya, mendadak sepeda motor kami terhenti karena tanah tiba-tiba berganti dengan pasir. Di depan sana sebuah pantai cantik dengan ombak berwarna biru kehijauan membentang. Hamparan pasir putihnya terasa sangat lembut. Pulau-pulau karang menghiasi lepas pantainya. Sinar matahari yang bersinar cerah dan langit biru membuat semuanya semakin sempurna. Pantai Watu Karung adalah nirwana.
Di balik keindahannya, Pantai Watu Karung ternyata memiliki ombak yang luar biasa. Dengan tipe reef break dan dasar laut berupa batu karang, pada saat-saat tertentu Pantai Watu Karung bisa menghasilkan barrel yang akan membuat surfer serasa berada di surga. Baik surfer dengan goofy style maupun natural bisa berselancar di sini karena Pantai Watu Karung memiliki ombak kanan dan kiri. Tempat ini juga belum terlalu ramai, sehingga surfer bisa mengejar ombak dengan leluasa. Angin offshore biasanya datang pada bulan April - Oktober, menjadikan bulan-bulan ini adalah saat-saat terbaik untuk bercengkerama dengan barrel Watu Karung. Tahun 2009 lalu, peselancar top Indonesia Rizal Tanjung mengajak Bruce Irons, juara Rip Curl Pro Search 2008 untuk menjajal dan membuktikan betapa ombak Pantai Watu Karung adalah ombak kelas dunia.


Popular Posts